3 Mei 2011

Officially, go to school!!

Mas R akhirnya bener2 sekolah :)

Kemarin, adalah hari pertama dia sekolah PAUD di RW tempat tinggal kami. Alhamdulillah, di hari pertama dia ke sekolah mama nya ini bisa nemenin. Pertama-tama sih dia nempel aja sama mama nya, tapi lama kelamaan mau juga membaur dengan teman-teman yg lain.

Karena sekolah PAUD ini perdana di lingkungan kami, maka untuk 3 bulan pertama, murid2nya cukup berangkat ke sekolah satu minggu sekali, yakni tiap hari Senin mulai pukul 08.00 wib sampai pukul 10.00 wib.
Setelahnya akan direview kembali, apa perlu ditambah "hari" sekolahnya atau tidak. Tapi gurunya kemarin sih udah ngasih info, seandainya ditambah hari, paling tidak juga cuma 2 kali dalam seminggu.
Dan kegiatannya tidak jauh2 dari "bermain" dan bernyanyi, yang mana memang sesuai dengan apa yg saya harapkan :)

Oya, karena ini program pemerintah, biayanya pun cukup murah.. hanya Rp. 15.000 per bulannya. Iuran ini akan digunakan sebagai biaya operasional "pendidikan" (bukan untuk gaji Ibu Guru ya..), misalnya beli kertas origami, maenan tambahan, dlsb.
Trus untuk biaya 2 stel seragam, dikenakan biaya Rp. 120.000 dan boleh diangsur 4 x tiap bulannya (fyi. yg ikut sekolah PAUD kebanyakan adalah warga dari luar komplek yg notabene menengah ke bawah. *no offense ya.. bkn berarti yg tinggal di komplek adalah warga2 menengah keatas.. NO, bukan itu point nya*)

Kembali ke mas R.. setelah fase "nempel" nya ilang, dia akhirnya mau bergabung dengan teman2nya. Yang tadinya cuma berdiri aja dan nggak mau bergandengan tangan dengan temannya waktu ibu Guru minta murid2 berdiri membuat lingkaran besar, akhirnya mau juga.. :)
Malah jadi akrab dengan teman sebelahnya.. seorang anak perempuan usia 5 tahun. (See? anak usia 5 tahun belum dimasukkan TK sama orang tuanya, menurut saya sih mungkin krn faktor financial. Kebetulan anak ini adalah salah satu anak warga dari luar komplek. sekali lagi, NO OFFENSE).

Justru saya senang karena pihak sekolah bersedia menerima mereka tanpa memperhatikan warga "kelas" apa, RW berapa, dan masuk kelurahan mana.

Saya juga nggak expect banyak dengan masuknya mas R ke sekolah ini (maksudnya nggak expect kalo begitu lulus sekolah PAUD, mas R langsung jadi anak yg pinter, cerdas, dsb..).
Niat saya kami memasukkannya sekolah hanya karena ingin dia belajar bersosialisasi dengan "orang lain", itu saja.
Seandainya nanti begitu lulus sekolah PAUD, dia akhirnya jadi "tambah pinter" ya itu akan kami anggap sebagai bonus.. syukur alhamdulillah :)

Skrg harapannya semoga mas R konsisten dengan sekolahnya, nggak mogok kalo waktunya berangkat sekolah hehe.. *secara akhir2 ini bangunnya suka siang hari karena tidurnya malem* :p 

Yah, kita liat aja nanti..

0 komentar: